Pengertian Manajemen Strategik

Kata “strategi” berasal dari bahasa Yunani, yaitu “Strategos” (Stratos = militer dan ag = Pemimpin), yang berarti  “generalship” atau seseuatu yang dikerjakan oleh para jenderal perang dalam membuat rencana untuk memenangkan perang. Definisi tersebut juga dikemukakan oleh seorang ahli bernama Clauswitz. Ia mengatakan bahwa strategi merupakan seni pertempuran untuk memenangkan perang. 


Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila istilah strategi sering digunakan dalam kancah peperangan. Istilah strategi digunakan pertama kali dalam dunia militer.

Siagan (2000) menjelaskan bahwa manajemen strategik adalah serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang dibuat oleh manajemen puncak dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut.

Manajemen stategik dalam implementasinya ditentukan oleh tahapan identifikasi lingkungan (internal dan eksternal), perumusan strategi, pemantauan, dan evaluasi strategi. Hal tersebut disusun dari sistem lingkungan yang terdiri atas analisis lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan : sumber daya, kapabilitas, dan kompetensi inti) dan eksternal (peluang dan ancaman ) yang dikenal sebagai SWOT ataupun pendekatan peran (policy, strategik, dan fungsi) untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi, baik secara luas maupun spesifik, seperti :

  1. Masuknya pendatang baru (skala ekonomi, diferensiasi produk, persyaratan modal, biaya peralihan pemasok, akses ke saluran distribusi, kebijakan pemerintah dan lainnya)
  2. Ancaman produk pengganti (biaya/harga)
  3. Kekuatan tawar menawar pembeli (kuantitas, mutu, dan ketersediaan)  
  4. Kekuatan tawar-menawar pemasok (dominasi, integrasi, dan keunikan)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel