Cara Berwibawa Di Depan Wanita

Saya agak terkejut ketika seseorang bertanya. “Bagaimana cara berwibawa di depan wanita?”

Seorang wanita terkadang tidak dapat menjelaskan apa yang dirasakan. Termasuk ketika merasakan kewibawaan seorang lelaki. Faktor apa saja yang membentuk pancaran kharisma seorang lelaki.

Terlepas dari itu semua, sebenarnya kewibawaan bukan saja milik kaum Adam.
Wanita-pun sesungguhnya bisa memancarkan pesona tersebut. Saya percaya setiap kita mempunyai pesona kharisma.
Hanya saja…
Kekuatannya berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya.

TIGA PILAR CARA BERWIBAWA

Secara pribadi saya melihat ada tiga pilar utama yang merajut kewibawaan seseorang. 
  • Pertama.

Kedalaman Tingkat Pemikiran

Semakin banyak ilmu pengetahuan pada dirinya, semakin mungkin kharisma itu memancar dari wajahnya.

Sebaliknya,

Jika ilmu pengetahuannya dangkal, maka tingkat kewibawaannya pun pastilah dangkal.
Dari asumsi tersebut maka kita memahami orang-orang yang mendapatkan sentuhan ilmu pengetahuan akan tampak sangat menarik.

Maka akan berbeda antara seorang lelaki yang menuntut ilmu di perguruan tinggi dengan seorang lelaki yang terkungkung di kampungnya, tanpa pendidikan maupun asupan ilmu pengetahuan.

  • Kedua

Kesamaan Antara Pemikiran dan Ucapan

Wibawa adalah semacam kekuatan internal. Pemikiran/keyakinan diri merupakan kekuatan. Begitu pula setiap ucapan juga mempunyai kekuatan.

Jika…

Seseorang terbiasa mengucapkan kata-kata yang sama dengan pemikirannya, maka sesungguhnya ia dalam proses memancarkan wibawa.

Akan tetapi jika ia sering mengucapkan kata-kata yang berbeda dari keyakinan (pemikiran)nya – misalnya karena tidak “enak” dengan orang lain jika mengatakan pendapatnya – ia tidak akan berwibawa.

Karena… seseorang yang selalu menyesuaikan ucapannya agar selalu sama dengan orang lain secara tidak sadar bertindak dalam “kepengecutan”. Padahal orang pengecut tidak mungkin memiliki wibawa.

Oleh sebab itu, berani dan berpegang teguh terhadap pendirian diri sendiri merupakan salah satu cara berwibawa.

Sebagai contoh…

Seorang lelaki yang selalu “menurut” terhadap keinginan wanita sama sekali tidak akan berwibawa, baik di hadapan wanita tersebut maupun di hadapan orang lain.
Itu karena ia tidak memiliki keteguhan hati.
  • Ketiga

Kesamaan Antara Pikiran, Ucapan, dan Tindakan

Semakin tinggi tingkat kesamaan antara pikiran, ucapan, dan tindakan, semakin besar aura wibawa yang terpancar.

Anda mungkin sering membaca tulisan-tulisan indah di dunia maya. Tetapi terasa kering. Tidak bermakna. Padahal kalimatnya sangat indah. Lain waktu Anda membaca tulisan yang amat biasa.

Akan tetapi terasa begitu bertenaga, menyentuh, dan mengusik jiwa. Padahal mungkin Anda pun sudah mengetahui pemikiran tersebut.
Mengapa terjadi demikian?

Tentu saja hal tersebut berkaitan dengan kesamaan antara ucapan dan tindakannya. Mereka yang hanya menuliskan/mengucapkan kata-kata indah, tanpa meyakininya bahkan tanpa pernah melakukannya, tidak akan memancarkan wibawa pada ucapannya.

Namun, seseorang yang meyakini dan mengamalkannya pastilah ucapannya terasa bertenaga. Dengan kata lain ia memiliki wibawa.
Jadi…
 
Cara berwibawa di depan wanita tidak lain adalah bersikap jujur. Yakni jujur dengan:
Pemikiran.
Perasaan.

Dan tegas mengamalkan apa yang diyakininya sebagai kebenaran.
Kata “mengamalkan” merujuk pada kebiasaan mengalami secara langsung. Misalnya dalam benak, Anda meyakini bahwa cinta adalah pengorbanan.
Maka,
Dalam kehidupan nyata Anda harus benar-benar berkorban atas dorongan cinta itu.
Atau, Anda meyakini bahwa seorang lelaki adalah seorang yang harus mampu melindungi. Maka bersikaplah melindungi apapun resikonya.

Dengan begitu artinya Anda jujur dengan pemikiran dan jujur dengan diri Anda sendiri. Bila terbiasa menyamakan pikiran, ucapan, dan tindakan, maka tanpa usaha apapun kewibawaan itu pastilah menjadi milik Anda.
Cobalah…

Anda menjelaskan sesuatu yang Anda yakini sekaligus Anda jalani. Apa yang Anda rasakan ketika menceritakannya kepada kolega Anda?

Ya, Anda tampak sangat percaya diri. Setiap kata yang Anda ucapkan seolah-olah ditenagai oleh energi tertentu.

Itulah yang membangun kewibawaan. Seandainya Anda dapat bersikap demikian pada setiap hal, dengan sendirinya Anda adalah pribadi yang berkharisma. Termasuk di hadapan wanita.

Tetapi jika Anda pandai berbohong…
Mungkin Anda bisa memikat hati wanita. Hanya saja tidak pernah berwibawa. Biasanya Anda mudah bertengkar. Dan tidak dapat membangun rasa percaya pada wanita.
Benar. Jangankan orang lain. Wanita Anda sendiri-pun sulit percaya pada orang yang biasa berbohong.

MENGAPA HARUS BERWIBAWA

Wibawa itu ber-IMPAK BESAR.
Impak besar dari wibawa adalah tumbuhnya kepemimpinan. Jiwanya secara alamiah merupakan jiwa seorang pemimpin.

Dalam arti…

Anda mudah mengarahkan dan membimbing orang lain tanpa harus mengeluarkan banyak energi. Apalagi di hadapan wanita.
Seorang wanita dengan suka rela “taat” serta “tunduk” pada laki-laki yang memiliki aura berwibawa mendalam.
Ya, itu pendapat saya mengenai cara berwibawa di depan wanita. Bagaimana pendapat Anda?
Fakta:
80% wanita mudah terpikat dengan laki-laki bersuara rendah; seperti suara pembaca berita TVRI tempo doeloe atau seperti aktor Hollywood. Anda dapat mengubah suara agar lebih rendah (deep voice) dengan tekhnik proprioseptive sense.

Sumber : http://microlla.blogspot.com/2015/03/cara-berwibawa-di-depan-wanita.html

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel