Permodelan Bisnis


Pemodelan bisnis atau business modeling adalah studi tentang organisasi. Ketika kita sedang melakukan pemodelan bisnis, kita sedang menguji struktur organisasi, memperlihatkan peranan-peranan di dalam organisasi, dan bagaimana mereka terhubungkan satu dengan yang lainnya. Juga menguji aliran kerja (work flow) dalam organisasi, proses utama di dalam organisasi, bagaimana mereka bekerja, seberapa efektif dan efisien cara kerja yang mereka lakukan. Demikian juga akan dilakukan pengujian entitas yang ada di luar organisasi, individu atau oerusahaan lain yang saling berhubungan dengan bisnis organisasi.



Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk membangun pemodelan bisnis antara lain:
- Mengidentifikasi aktor bisnis dan pekerja bisnis
- Mengidentifikasi use case bisnis
- Membuat diagram use case bisnis
- Membuat aliran kerja (work flow)

Konsep pemodelan bisnis, antara lain:
- Aktor bisnis

Adalah seorang atau business actor adalah seorang atau sesuatu yang ada di luar organisasi dan berinteraksi dengan organisasi yang terlibat dalam kegiatan bisnis organisasi.
- Pekerja bisnis

Pekerja bisnis atau bussines worker adalah suatu peranan di dalam organisasi, bukan posisi. Pemodelan pekerja bisnis digunakan untuk memahami peranan di dalam bisnis dan bagaimana peran tersebut berinteraksi dengan proses bisnis organisasi.
- Use Case bisnis

Use case bisnis dan bussines use case adalah model yang digunakan untuk menggambarkan proses bisnis organisasi.
- Relasi Asosiasi (Association) 

Relasi asosiasi adalah relasi antara aktor bisnis atau pekerja bisnis dan use case bisnis. Ia mengidentifiaksikan bahwa aktor atau pekerja bisnis tertentu berkomunikasi terhadap fungsionalitas yang disediakan dalam use case bisnis.
- Relasi Generalisasi (Generalization)

Relasi Generalisasi digunakan ketika ada dua atau lebih aktor bisnis, pekerja bisnis atau use case bisnis yang sangat serupa. 
- Entitas bisnis
Entitas bisnis adalah objek yang digunakan oleh organisasi utnuk melakukan aktivitas bisnis atau yang organisasi hasilkan saat melakukan aktifitas bisnis.
- Diagram Use Case bisnis
Diagram use case bisnis menunjukkan interaksi antara use case bisnis, aktor bisnis, dan pekerja bisnis dalam sebiah organisasi.
- Diagram Aktivitas
Diagram aktivitas adalah sebuah cara untuk memodelkan aliran kerja dari use case bisnis dalam bentuk grafik.
- Unit Organisasi
Unit organisasi dapat diartikan sebagai kumpulan pekerja bisnis atau elemen-elemen pemodelan bisnis lainnya. Mekanisme ini dapat digunakan untuk mengelompokkan model-model bisnis.

2. Pemodelan Sistem
Use case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana”. Sebuah use case merepresentasikan sebuah interaksi antara aktor dengan sistem. Use case merupakan sebuah pekerjaan tertentu, misalnya login ke sistem, meng-create sebuah daftar belanja, dan sebagainya. 
Seorang/sebuah aktor adalah sebuah entitas manusia atau mesin yang berinteraksi dengan sistem untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu. 

Sebuah use case dapat meng-include fungsionalitas use case lain sebagai bagian dari proses dalam dirinya. Secara umum diasumsikan bahwa use case yang di-include akan dipanggil setiap kali use case yang meng-include dieksekusi secara normal. 
Sebuah use case dapat di-include oleh lebih dari satu use case lain, sehingga duplikasi fungsionalitas dapat dihindari dengan cara menarik keluar fungsionalitas yang common.
Sebuah use case juga dapat meng-extend use case lain dengan behaviour-nya sendiri. 
Sementara hubungan generalisasi antar use case menunjukkan bahwa use case yang satu merupakan spesialisasi dari yang lain.

Use-Case View untuk menampilkan fungsi-fungsi dari sistem berkaitan dengan aktor eksternal. Aktor yang berinteraksi dengan sistem dapat berupa seorang user atau sistem lainnya. Use-case view ditujukan untuk para customer, designer, developer, dan tester. Use-case view merupakan bagian sentral dari view karena isinya menjadi pengendali view yang lain. Tujuan akhir dari sebuah sistem adalah untuk menyediakan fungsi-fungsi yang dijelaskan dalam use-case view, karena itu use-case view mempengaruhi seluruh view lainnya. Use-case View juga digunakan untuk validasi dan verifikasi system.

Use Case dan aktor masing-masing tidak berdiri sendiri. Mereka saling terhubung dengan apa yang dinamakan relasi. Dalam hal ini, ada berbagai relasi yang dikenal dalam model UML, yaitu :
- Relasi Asosiasi, relasi yang terjadi antara aktor dan use-case. Dalam UML, asosiasi digambarkan dengan garis lurus dengan kepala panah di salah satu ujungnya. Seperti gambar dibawah ini.

- Include Relationship (relasi cakupan), memungkinkan suatu use case untuk menggunakan fungsionalitas yang disediakan oleh use case yang lainnya. Contoh terlihat pada gambar dibawah ini.

Pada contoh diatas, use case “membuat dokumen data barang masuk” akan selalu dilakukan dengan menjalankan use case “ mencetak dokumen data barang masuk”
- Extends Relationship, memungkinkan suatu use case memiliki kemungkinan untuk memperluas fungsionalitas yang disediakan use case yang lainnya. Contoh terlihat pada gambar dibawah ini.

Pada contoh diatas, dimana ketika use case “membuat dokumen data barang masuk” sedang berjalan, use case “mencetak dokumen data barang masuk” berjalan jika dan hanya jika diinginkan oleh aktor. Jika tidak diinginkan maka use case “mencetak dokumen data barang masuk” tidak akan pernah dijalankan.

C. Langkah Praktikum – Use Case View 
1. Membuat diagram-diagram use case
Untuk membuat diagram-diagram use case, kita tinggal meng-klik pada toolbar komponen apa yang kita butuhkan kemudian menariknya ke jendela diagram. Setelah itu, hal terpenting dan mendasar yang harus dilakukan adalah melakukan penamaan-penamaan, entah itu pada aktor, pada use case, atau pada relasi-relasi yang kita buat. Selain itu jika memang diperlukan, kita juga dapat menambahkan spesifikasi-spesifikasi tambahan pada masing-masing aktor, use case ataupun relasi. Caranya adalah dengan meng-klik kanan aktor, use case, atau relasi baik pada diagram atau pada browser dan memilih Open Spesification 

2. Menambahkan dan menghapus use case
Untuk menambah use case lakukan hal berikut ini:
- Pilih tombol use case ( ) pada toolbar
- Klik bagian mana saja diagram use case maka use case akan terbentuk dengan nama default NewUseCase
- Nama default tersebut dapat dirubah dengan mengklik ganda dan mengetikkan nama yang kita inginkan.
Sedangkan untuk menghapus use case dengan cara sebagai berikut:
- Klik kanan use case pada browser atau pada diagram use case
- Pilih Edit ? Delete (jika hanya menghapus dari diagram ini saja) atau Edit ? Delete From Model (jika ingin menghapus use case dari seluruh bagian model).

3. Menambah dan menghapus aktor
Untuk menciptakan aktor dalam suatu diagram use case, kita harus melakukan hal-hal berikut ini:
- Klik tombol aktor ( ) pada toolbar
- Klik pada bagian mana saja dalam diagram use case, aktor yang baru secara default akan bernama NewClass
- Nama default tersebut dapat dirubah dengan mengklik ganda dan mengetikkan nama yang kita inginkan.
Aktor juga dapat dihapus dengan cara sebagai berikut:
- Klik aktor yang kan dihapus dari diagram use case
- Klik kanan, pilih Edit ? Delete (jika hanya menghapus dari diagram use case) atau Edit ? Delete From Model (jika ingin menghapus use case dari keseluruhan model).

4. Membuat relasi
a. Relasi Asosiasi, dengan melakukan langkah berikut ini:
- Klik Undirectional Accosiation ( ) dari toolbar 
- Klik dan jangan lepaskan (drag) mouse dari aktor ke use case atau dari use case ke aktor.
- Rational rose akan menggambar relasi antara use case dan aktor atau sebaliknya.
b. Include Relationship, kita dapat melakukan langkah berikut ini:
- Pilih toolbar Dependency ( )
- Drag dari suatu use case ke use case lain yang akan digunakan (dari use case konkret ke use case abstrak)
- Rational rose akan menggambar kebergantungan (dependency) di antara dua use case
- Klik kanan garis relasi dan pilih Open specification
- Pada listbox Stereotype pilih Include ( )
- Klik OK untuk menutup jendela spesifikasi
- Kata <<include>> akan berada di atas tanda panah dependency
- Buka jendela spesifikasi use case abstrak, klik checkbox abstrak ( )
c. Extend Relationship, kita dapat melakukan langkah berikut ini:
- Pilih toolbar Dependency ( )
- Drag dari suatu use case ke use case lain yang akan digunakan (dari use case konkret ke use case abstrak)
- Rational rose akan menggambar kebergantungan (dependency) di antara dua use case
- Klik kanan garis relasi dan pilih Open specification
- Pada listbox Stereotype pilih extend ( )
- Klik OK untuk menutup jendela spesifikasi
- Kata <<extend>> akan berada di atas tanda panah dependency
- Buka jendela spesifikasi use case abstrak, klik checkbox abstrak
Mengembangkan suatu bisnis memang membutuhkan waktu. Tapi pernahkah kamu sadari bahwa ada pengusaha yang mampu mengembangkan bisnisnya hanya dalam waktu singkat. Nah, tentunya hal ini menimbulkan pertanyaan dalam diri kita, apa sebenarnya yang bisa membuat bisnis seseorang bisa berkembang dengan sangat cepat dalam waktu singkat ? Keberhasilan ini tentunya adalah hasil dari strategis bisnis yang ada dibaliknya. Strategi ini biasa juga disebut dengan model bisnis. Dengan sebuah model bisnis yang efisien, maka bisnismu juga akan mampu berkembang dengan lebih cepat.

Model bisnis ini mencakup segala strategi dalam bisnis yang kamu jalani termasuk juga strategi kita dalam hal bergubungan dengan supplier, distributor dan juga customersecara langsung. Model bisnis akan sangat membantu kamu dalam menemukan tujuan dari bisnis itu sendiri. Kamu juga akan mengetahui susunan target yang harus dicapai melalui model bisnis ini. Kali ini, kita akan membahas salah satu model bisnis yang paling simpel dan sudah banyak dikenal yang disebut dengan Model Bisnis Kanvas. Kamu bisa mencoba menerapkan Model Bisnis Kanvas ini dalam bisnismu. Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan Model Bisnis Kanvas? Yuk, cari tahu jawabannya di sini!

Apa Itu Model Bisnis Kanvas?

Model Bisnis Kanvas adalah sebuah model bisnis yang dikembangkan oleh Alexander Osterwalder, seorang ahli bisnis yang berasal dari Swiss. Model Bisnis Kanvas sendiri adalah representasi visual dari sebuah model bisnis yang sudah ada ataupun model bisnis baru. Model Bisnis Kanvas memberikan pandangan keseluruhan tentang bisnis yang berguna dalam analisis komparatif tentang dampak berbagai faktor yang berkontribusi.
Model Bisnis Kanvas memberikan kesempatan kita untuk mengevaluasi pendekatan tradisional yang biasa diteraplan dalam model bisnis, kemudian membawa inovasi ke dalamnya. Dalam Model Bisnis Kanvas, terdapat 9 hal penting yang harus kamu ketahui. Berikut adalah penjelasannya.

9 Elemen Wajib dalam Model Bisnis Kanvas

9 Elemen Wajib dalam Model Bisnis Kanvas

Dalam proses dan kegiatan internal bisnis akan terbagi dalam 9 elemen berbeda. Kesembilan elemen ini mewakili empat aspek utama bisnis yaitu pelanggan, penawaran, infrastruktur, dan kelayakan keuangan. Berikut adalah penjelasannya!
1. Customer Segments
Elemen pertama dalam  adalahcustomer segments atau segmen pelanggan. Customer segments ini merupakan bagian yang sangat penting. Segmen pelanggan berfungsi untuk memastikan bahwa fitur produk diselaraskan dengan karateristik dan kebutuhan segmen. Sebelum melakukan segmentasi pelanggan, kamu harus terlebih dulu mengetahui kebutuhan pelangganmu saat ini hingga di masa depan. Kamu juga harus bisa membuat daftar pelanggan dalam hal prioritas, termasuk juga membuat daftar pelanggan potensial di masa depan.
Terdapat 5 jenis segmen pelanggan yang bisa kamu terapkan:
– Mass market : Segmen pelanggan jenis ini akan memberikan banyak pelanggan potensial. Produk yang kamu tawarkan adalah jenis produk yang merupakan kebutuhan relevan di kalangan masyarakat umum.
– Niche market : Segmen pelanggan yang didasarkan pada kebutuhan yang sangat spesifik dan keunikan dari pelanggan itu sendiri.
– Segmented  : Mengadopsi pendekatan tersegmentasi untuk menciptakan segmentasi lebih lanjut di segmen pelanggan utama berdasarkan variasi kecil dalam demografi pelanggan untuk mengetahui kebutuhan pelanggan.
 Diversify : Jika kamu memilih segmen pelanggan yang satu ini maka bisnismu adalah bisnis yang menghasilkan produk atau layanan yang fleksibel dan menyesuaikan berbagai segmen dengan kebutuhan dan sifat yang berbeda.
– Multi-Sided platform / market : Melayani pelangggan yang memiliki hubungan satu sama lain.
2. Value Propositions
Elemen penting selanjutnya adalah proposisi nilai yang merupakan kombinasi dari produk dan layanan yang diberikan kepada pelanggan.Value propositions dibagi menjadi dua kategori yaitu kuantatif yang menekankan pada harga atau efisiensi produk atau layanan dan kualitatif yang menekankan pada pengalaman dan hasil produk serta penggunaannya. Dalam membuat proposisi nilai produk kamu di dalam Model Bisnis Kanvas, yang pertama-tama kamu harus lakukan adalah menentukan masalah apa yang ingin kamu selesaikan melalui produk atau layanan yang kamu tawarkan.
3. Channels
Elemen ketiga yang harus ada dalam Model Bisnis Kanvas adalah channel. Channels adalah media yang digunakan untuk memberikan value propositions/proposisi nilai dari kita ke segmen pelangga. Dalam memilih channel untuk Model Bisnis Kanvas, pilihlah yang tercepat dan efisien dengan jumlah investasi sekecil mungkin.
4. Customer Relationships
Dalam Model Bisnis Kanvas, kamu juga harus menentukan jenis hubungan apa yang akan dimiliki dengan segmen pelanggan. Menjaga hubungan pelanggan tentunya merupakan hal yang sangat penting. Tujuan utama dari membanguncustomer relationships adalah untuk mendapatkan pelanggan loyal yang tidak akan berpaling pada produk atau layanan lain.
5. Revenue Streams
Revenue streams atau aliran pendapatan merupakan elemen penting lainnya dalam Model Bisnis Kanvas. Pengelolaan aliran pendapatan yang tepat tentunya akan menentukan kelanjutan finansial dari bisnis kita. Kita harus bisa menyeimbangkan antara aliran pendapatan yang kita daparkan dari pelanggan dengan pengeluarkan dari bisnis kita.
6. Key Resources
Jangan melupakan key resources dalam Model Bisnis Kanvas milikmu. Sumber daya di sini bisa manusia, keuangan, fisik, dan intelektual. Kamu harus memahami betul setiap sumber daya yang dibutuhkan atau tidak dibutuhkan dalam bisnis yang akan kamu jalani. Jangan sampai terdapat sumber daya yang berlebihan atau bahkan kurang sehingga bisnismu tidak berjalan efisien.
7. Key Activities
Setelah key resources, key activities juga harus ada di dalam Model Bisnis Kanvas. Tidak jauh berbeda dengan poin sebelumnya, sekarang kamu harus bisa menentukan kegiatan-kegiatan utama yang relevan dengan bisnismu. Penting sekali untuk mengevaluasi kegiatan mana yang penting dan tidak penting dan mencari tahu dampak dari penambahan dan pengurangan kegiatan tersebut.
8. Key Partnerships
Elemen penting selanjutnya dalam Model Bisnis Kanvas adalah key partnerships. Agar bisnismu bisa berjalan efisien tentunya kamu juga harus memiliki mitra yang pas. Maka dari itu, dalam Model Bisnis Kanvas kamu harus menentukan mitra dan rencana kemitraan akan dilaksanakan.
9. Cost Structure
Last but not least, struktur pembiayaan juga merupakan elemen yang tidak kalah penting dalam Model Bisnis Kanvas. Bisnis yang kamu jalani bisa menjadi cost driven yang artinya fokus pada meminimalkan investasi ke bisnis atau bisa juga menjadi value driven yang artinya fokus pada penyediaan nilai secara maksimal kepada pelanggan.

Pentingnya Menggunakan Model Bisnis Kanvas

pentingnya menggunakan bisnis model kanvas
Menggunakan Model Bisnis Kanvas tentunya memiliki keuntungannya sendiri. Pertama, Model Bisnis Kanvas membantu kita untuk berpikir visual sehingga lebih mudah dalam pengambilan keputusan. Kedua, Model Bisnis Kanvas membantu kamu dalam memahai 9 elemen yang saling berhubungan dan hubungannya bisa berubah-ubah untuk meningkatan efisiensi dan efektivitas. Ketiga, Model Bisnis Kanvas memiliki bentuk yang memudahkan semua dalam tim untuk mengaksesnya.
Kurang lebih itu dia hal yang harus kamu pahami tentang Model Bisnis Kanvas. So, jika kamu ingin memulai bisnismu sekarang, mulailah menyusun Model Bisnis Kanvasmu. Model Bisnis Kanvas ini akan sangat membantu kamu dalam menentukan arah untuk menjalani bisnismu. Memiliki Model Bisnis Kanvas bisa membuat kamu semakin percaya diri dalam memulai bisnis karena kamu memang memiliki strategi yang kuat untuk memulainya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel